Hal Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Inkubator Bayi

Memberikan yang terbaik menjadi hal yang diinginkan dilakukan oleh orang tua. orang tua pasti akan sangat khawatir karena bayi yang baru lahir sangat fragile sehingga perlu dijaga dengan baik. Bagaimana dengan bayi yang lahir prematur? Bayi yang lahir prematur tetap dapat hidup normal jika mendapatkan perawatan yang tepat. Inkubator bayi dibuat untuk bayi yang lahir dengan ukuran lebih kecil dalam jangka waktu yang lebih cepat dari perkiraan dokter, termasuk bayi yang prematur.

Pengertian inkubator bayi bisa dimengerti dengan memahami konsep suhu yang konstan atau stabil. Begini kasusnya, bayi yang lahir dengan tubuh kecil dan prematur membutuhkan tempat dengan suhu ruangan yang konstan. Artinya, suhu ruangan tersebut stabil. Jadi, inkubator bayi adalah box yang memiliki ukuran tertentu dan dilengkapi alat-alat medis untuk membuat tubuh bayi selalu merasa hangat. Sebenarnya, ada 5 cara untuk mencapai tujuan tersebut (menghangatkan tubuh bayi), yaitu skin to skin contact, kangaroo mother care, pemancar panas dan ruangan dengan suhu hangat yang konstan seperti inkubator ini.

Pada sebuah inkubator bayi, terdapat 2 bagian boks control. Anda bisa menemukannya di bagian atas dan bagian bawah. Pada boks pertama di bagian atas, di sana diletakkan sensor, controller dan beberapa rangkaian alat elektronik medis lainnya. Kemudian, boks di bagian bawah memiliki 3 bagian utama, yakni heater, wadah air dan kipas.

inkubator bayi prematur

Kedua bagian tersebut sangat berjasa bagi kekonstanan suhu di dalam inkubator. Lengkapnya, suhu inkubator bayi berasal dari heater dan kipas pada box bagian bawah. Heater mengeluarkan udara panas yang kemudian ditangkap oleh kipas dan disalurkan ke wadah air. Dari wadah air, udara panas disalurkan melalui sebuah selang. Aktivitas ini bisa dikontrol melalui komputer yang sudah terhubung menggunakan PIC Microchip 16F877A.

Fungsi Inkubator Bayi

Dengan suhu yang stabil atau bisa juga konstan, inkubator bayi memiliki beberapa fungsi bagi bayi di dalam boks tidurnya. Berikut ini adalah beberapa fungsi inkubator bayi :

1. Melindungi bayi

Bayi di awal kelahiran memiliki kondisi tubuh yang sangat rentan. Tetapi, ada beberapa diantara mereka yang lahir ke dunia dengan kondisi lebih rentan dari bayi pada umumnya. Untuk itulah inkubator dibuat, melindungi si bayi.

Dengan desainnya yang kotak dan dilengkapi dengan lingkaran yang mudah dikendalikan, bayi yang diletakkan di dalam boks inkubator bisa dengan mudah dan nyaman untuk beristirahat. Lebih pentingnya lagi, inkubator yang bertindak sebagai pelindung bayi mampu melindungi bayi dari bakteri, kemungkinan terjadinya infeksi, iritasi dan allergen.

2. Memberikan oksigenasi

Fungsi inkubator bayi selanjutnya adalah sebagai oksigenasi. Bayi terlahir dengan sangat rentan terhadap apa-apa yang ditawarkan dunia luar padanya, termasuk soal pernapasan. Tercatat penyebab kematian terbanyak pada bayi yang lahir secara prematur adalah gangguan pernapasan. Untuk mengurangi kemungkinan tersebut, meletakkan bayi pada inkubator menjadi hal utama yang harus dilakukan.

Bagian-bagian inkubator bayi telah didesain sedemikian rupa untuk menjadi sistem pengantar oksigen yang baik. Dengan ini, inkubator akan sangat membantu keberlangsungan hidup seorang bayi. Jadi, Anda perlu mengingat bahwa proses oksigenasi itu sangat penting pada bayi prematur.

3. Memberikan kontrol terhadap bayi (sebagai monitor)

Inkubator memiliki bentuk layaknya boks. Seperti yang telah disebutkan, boks inkubator memiliki 2 bagian diatas dan dibawah boks tidur bayi. Untuk sebuah inkubator yang sesuai dengan peraturan medis, harusnya sudah dilengkapi dengan alat-alat medis monitoring untuk memudahkan dokter atau suster memonitor kerja jantung, otak, darah, organ vital dan suhu bayi.

Itulah mengapa inkubator bayi memiliki fungsi penting dalam perkembangan bayi prematur, karena seluruh pergerakan bayi harus selalu dimonitor melalui alat-alat tersebut. Monitoring ini dilakukan hingga kondisi bayi sudah memenuhi syarat normalitas agar bisa dibawa pulang.

Prinsip Kerja Inkubator Bayi

cara kerja inkubator bayi

http://www.frankshospitalworkshop.com

Untuk memenuhi fungsi tersebut, ada sebuah prinsip atau konsep dasar dari inkubator bayi yang perlu diingat dan dipelajari agar sesuai dengan aturan media yang diakui. Sebenarnya, cara kerja inkubator bayi di dalam pengertian sederhana hanya melibatkan 3 hal, yaitu suhu, kelembapan dan oksigen. Suhu, kelembapan dan jumlah oksigen yang menyerupai keadaan di dalam kandungan ibu si bayi.

Bedanya, 3 hal tersebut dapat dimanipulasi oleh manusia melalui kontrol yang tersedia di bagian atas maupun bawah inkubator. Untuk mencapai prinsip yang sempurna, sebuah inkubator harus dilengkapi dengan beberapa bagian ini :

  • Heater, sebuah alat yang fungsinya adalah untuk menghasilkan suhu panas
  • Blower, sebuah alat yang difungsikan untuk pendistribusian panas ke seluruh bagian boks
  • Kontrol, sebuah alat yang fungsinya untuk mengatur kelembapan dan suhu aliran udara
  • Display, sebuah alat yang digunakan untuk menampilkan
  • Alarm, sebuah alat pada inkubator yang akan menyala saat hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,
  • Chamber, dimana bayi diletakkan atau disebut juga dengan boks tidur.

Ketika ke-6 alat tersebut lengkap dan sesuai dengan peraturan medis, maka sebuah inkubator bayi akan dinyatakan layak untuk digunakan. Untuk menggunakan inkubator, berikut ini disediakan petunjuk pemakaiannya :

  • Membersihkan inkubator setiap hari dengan memberikan desinfektan sebelum saat akan digunakan
  • Kain yang bersih harus selalu digunakan sebagai penutup matras setiap kali inkubator akan digunakan
  • Inkubator harus terhubung dengan catu daya
  • Untuk menyalakan inkubator, cukup dengan menekan atau memutar tombol on or off
  • Tidak lupa untuk melakukan pengecekan thermometer
  • Melakukan pemanasan secukupnya
  • Melakukan tindakan
  • Tidak lupa untuk mematikan mesin saat tidak digunakan
  • Tidak lupa juga untuk melepaskan inkubator bayi dari catu daya saat tidak digunakan

Pemakaian sebuah inkubator tentunya tidak melulu soal mengikuti aturan pemakaian, tapi kehati-hatian dan kejelian dari suster. Ke-2 hal tersebut berperan sangat penting untuk memastikan sang bayi mendapatkan perawatan yang sudah seharusnya ia dapatkan.

Selain itu, peraturan pemakaian bayi ini pasti sudah tercantum di dalam sop penggunaan inkubator bayi rumah sakit atau puskesmas. SOP tersebut dikeluarkan oleh dinas kesehatan daerah atau kota dibawahi oleh peraturan Menteri Kesehatan. Di dalam SOP, selain langkah-langkah penggunaan inkubator, ditemukan juga hal-hal lain yang perlu diperhatikan.

Biaya yang Dibutuhkan untuk Inkubator Bayi

Setiap bayi yang lahir di Indonesia memiliki hak untuk hidup, meskipun terlahir lebih cepat dari jumlah waktu yang telah ditentukan. Permasalahan lahir prematur kerap kali menjadi sumber penyebab kematian pada bayi. Alat inkubator bayi pun dibuat untuk mengatasi isu tersebut. Akan tetapi, sangat disayangkan tidak semua bayi mampu mendapatkan perawatan yang sama dikarenakan biaya yang muncul dari pelayanan ini.

Sebuah inkubator yang disediakan oleh rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, inkubator bisa ditemukan ditempat lain selain rumah sakit, seperti di Yayasan Bayi Prematur Indonesia atau YABAPI yang menyediakan layanan inkubator gratis sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat. Hal tersebut tentunya berangkat dari sebuah permasalahan utama, yaitu biaya.

Biaya inkubator bayi di rumah sakit mampu mencapai puluhan juta, kurang lebihnya Rp 30.000.000,- untuk waktu sebulan lamanya. Mengapa sebulan? Bayi prematur harus mendapatkan perawatan yang intensif selama sebulan. Biasanya perawatan ini disebut dengan Neonatal Intensive Care Unit atau disingkat NICU, yaitu tabung inkubator selama satu bulan penuh.

Perawatan intensif tersebut diberikan untuk menaikkan berat badan bayi yang semula terlalu kecil, setelah dirawat di dalam inkubator bayi selama sebulan berangsur-angsur meningkat. Lalu, mengapa biayanya bisa mencapai 30jutaan dalam 1 bulan? Biaya inkubator bayi per hari nya mencapai 1-2 jutaan. Dengan biaya tersebut, inkubator masih menjadi salah satu kebutuhan yang sulit dijangkau orang-orang kalangan bawah.

Jenis-Jenis Inkubator Bayi

Setelah memahami harga yang ditawarkan oleh rumah sakit untuk penggunaan inkubator bayi. Berikut ini adalah contoh inkubator bayi berdasarkan tipe-tipenya :

1. Radiant Warmer Incubator

Inkubator yang pertama ini bertipe radiant warmer. Ciri-ciri tipe ini adalah alat penghantar panas yang terletak di bagian atas boks tidur bayi. Selain heater yang terletak tinggi diatas bayi, bayi pun akan ditempel sensor-sensor panas langsung pada permukaan kulitnya. Melalui sensor-sensor ini, panas akan dialirkan.

Panas yang dialirkan oleh sensor tersebut berfungsi untuk menjaga suhu tubuh bayi agar tetap stabil. Kelebihan yang dimiliki oleh inkubator tipe ini adalah kemudahan jangkauan dokter atau suster untuk membantu bayi, karena tidak terdapat tutup boks. Akan tetapi, tidak adanya tutup menjadikan kemungkinan infeksi, gangguan kenyamanan bayi dan allergen menjadi lebih tinggi. Selain itu, kelembapan boks akan sulit diatur.

2. Infant Incubator

Inkubator yang kedua disebut dengan infant incubator. Tipe ini lebih menyerupai rahim sang ibu dibandingkan dengan tipe sebelumnya. Bayi dapat terus terjaga kehangatannya, karena suhu panas dan kelembapan tersebar hanya pada ruangan bayi (boks tidur). Hanya saja, kekurangan yang dimiliki inkubator ini adalah tutup boks tidur yang sedikit mengganggu akses dokter atau suster untuk menjangkau bayi. Akan tetapi, kelebihan yang dimiliki Infant Incubator mampu menutupi kekurangan yang dimiliki Radiant Warmer Incubator.

3. Transport Incubator

fungsi inkubator bayi

Pada umumnya, transport incubator memiliki bentuk dan tipe yang sama dengan infant incubator biasanya. Hanya saja, transport incubator dilengkapi dengan roda. Sesuai dengan namanya, inkubator yang satu ini digunakan ketika snag bayi membutuhkan perawatan yang lebih intensif dari rumah sakit lain yang memiliki peralatan yang lebih lengkap. Dikarenakan fungsi transportasi tersebut, inkubator jenis ini memiliki sumber energi yang berbeda dari inkubator jenis lainnya, yakni baterai.

Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai inkubator yang digunakan untuk bayi. Ingat, segeralah meletakkan bayi di dalam inkubator jika kondisinya lahir kurang dari usia kehamilan 34 minggu. Hal itu dikarenakan bayi baru mulai memproduksi jaringan adiposa di dalam rahim ibu ketika kandungan mencapai 26-30 minggu.

Selain itu juga bayi yang mengalami gangguan pernapasan, memiliki ukuran tubuh kecil, berat badan yang tidak memenuhi berat bayi normal sekitar 1700 hingga 1800 gram, terjangkit infeksi, dilahirkan dari seorang ibu yang memiliki diabetes, membutuhkan nutrisi lebih, tidak memiliki kemampuan untuk menjaga ataupun mengatur suhu tubuhnya yang disebabkan jaringan adiposa belum terbentuk secara sempurna, dan lain-lainnya yang tidak tercantum di atas.

Bayi merupakan anugerah Tuhan yang diberikan kepada seorang ibu dan ayah. Banyak alasan yang menyebabkan bayi terlahir sebelum waktunya dalam kondisi yang kurang memenuhi standar normalitas bayi. Akan tetapi, orang tua dapat membantu bayi untuk melanjutkan pertumbuhannya dengan menggunakan inkubator bayi. Jadi, selalu konsultasikan pada dokter Anda untuk menemukan solusi terbaik bagi bayi. Bayi yang sehat merupakan sumber kebahagiaan orang tua. Demi mencapai kebahagiaan tersebut, Anda bisa memulainya dengan perawatan yang sesuai dengan prosedur.

Related Posts

About The Author

Add Comment