Ingin Tau Tentang Alat Defibrillator ? Baca Selengkapnya Di Sini

Tahukah anda apa itu defibrillator ? dan apa juga fungsi defibrillator itu ? Pada kesempatan kali ini sentralalkes.com ingin mengupas sedikit mengenai alat ini. Kita akan bicarakan mengenai pengertian, fungsi, prinsip kerja dan juga jenis – jenis defibrillator. So, jangan kemana – mana dan silahkan teruskan membaca.

Baiklah, sesuai dengan alur pembahasan kita kali ini, sebelum kita mengenal fungsi defibrillator, untuk kali pertama kita akan ketahui dulu pengertian atau definisi defibrillator.

Pengertian Defibrillator

Apa itu defibrillator ? Kalau kita lihat dari kata “Defibrillator” adalah sebuah alat. Benar ! Defibrillator adalah alat medis yang berfungsi untuk menstimulasi detak jantung pada seseorang yang mengalami gangguan jantung mendadak seperti saat tenggelam, shock berat, kecelakaan, atau juga karena serangan jantung dengan menggunakan sengatan energi listrik pada jumlah tertentu.

Dengan pemberian energi listrik tersebut, kondisi dimana aritma jantung tidak normal yang mengancam jiwa seperti fibrillasi ventrikel dan atrial takikardi ventrikel dimungkinkan bisa kembali membangun irama sinus normal dengan pemacu jantung yang disengatkan atau ditempelkan melalui dada pasien.

Bagaimana Prinsip Kerja Defibrillator

Untuk mengetahui lebih jelas tentang fungsi defibrillator, mari kita simak bagaimana sih cara kerja defibrillator itu. Pada dasarnya prinsip kerja defibrillator adalah memberikan stimulus energi listrik dalam satuan joule yang dihasilkan dari mesin defibrillator yang dilengkapi dengan baterai. Energi tersebut disalurkan melalui elektroda paddle (berbentuk seperti setrika). Penggunaanya ditempelkan ke dada pasien.

prinsip kerja defibrillator

Pada paddle defibrillator telah dilengkapi dengan tomgbil charge “mengisi” energi dan tombol untuk melakukan defibrillasi atau “melepaskan” energi listrik tersebut. Pada saat kondisi irama jantung yang kacau, seseorang menganalisa dengan melihat grafik EKG yang ada pada layar monitor. Kemudian menentukan berapa energi yang akan digunakan.

Kondisi ritma jantung yang kacau tersebut dikejutkan melalui stimulus energi listrik dengan ukuran tertentu. Hal ini yang memungkinkan dan membuat jantung memulai iramanya dengan sinus normal.
Dari sini kita mengetahui bahwasanya fungsi defibrillator ternyata sangat penting dalam hal keselamatan khususnya pada unit – unit emergency. Oke, mari kita lanjutkan pembahsan kita tentang defibrillator, yaitu jenis – jenis defibrillator. Dari berbagai sumber, kita bisa menyimpulkan mengenai jenis defibrillator. Berikut ini beberapa diantara jenis defibrillator dan penjelasan terkaitnya.

Jenis Defibrillator Berdasarkan Jenis Gelombangnya

Ada dua macam defibrillator bila kita lihat dari jenis gelombangnya. Yaitu satu arah (Monophasic) dan dua arah (Biphasic), biarpun demikian namun fungsi defibrillator tetap sama yaitu sebagai alat kejut jantung.

fungsi defibrillator

1. Defibrillator Monophasic

Di awal pertama penemuan alat ini di dunia modern, defibrillator hanya menggunakan kejutan listrik hanya dari satu sisi saja. Arus lisstrik dari elektroda yang satu ke elektroda yang lain hanya berjalan sekali. Inilah yang dinamakan monophasic, karena hanya berjalan satu kali. Sekarang ini sudah jarang ditemui jenis defibrillator monophasic kecuali hanya beberapa merk saja.

2. Defibrillator Biphasic

Seiring perkembangan teknologi dan pengembangan penelitian tentang efektifitas fungsi defibrillator, ditemukanlah defibrillator dengan menggunakan gelombang biphasic. Perbedaannya adalah pada arus listrik yang mengalir. Sekarang pada biphasic arus listrik mengalir dua kali. Pertama dari paddle defibrillator pertama ke elektroda yang lain kemudian kembali lagi. Dan ternyata jenis defibrillator biphasic inilah yang memiliki tingkat efisiensi dan keberhasilan tinggi.

Jenis Defibrillator Berdasarkan fitur Kerjanya

Apabila kita meligat dipasaran ada dua jenis defibrillator yang bisa kita bedakan berdasarkan fitur dan spesifikasi penggunaannya yaitu defibrillator manual dan otomatis.

1. Defibrillator Manual

fungsi defibrillator manual

Sekali lagi, walaupun memiliki beberapa jenis, namun fungsi defibrillator tetap sama. Defibrillator yang satu ini disebut manual karena kita bisa melakukan seting energi yang akan dilepaskan secara manual. Ciri defibrillator manual biasanya dilengkapi dengan monitor ECG, dengan monitor ini dapat dideteksi dan dianalisa berapa energi yang akan diberikan.

2. Defibrillator Otomatis (AED)

fungsi defibrillator

Berbeda dengan defibrillator manual AED (Automated External Defibrillator) merupakan defibrillator otomatis dimana analisa ritma jantung pasien sudah otomatis dilakukan oleh alat sehingga AED itu sendiri yang akan menentukan berapa energi yang akan dilepaskan. Fungsi automated external defibrillator biasanya digunakan untuk kinerja lapangan karena selain bentuknya yang kecil, juga ringan dan mudah dibawa.

Ada beberapa perbedaan diantara dua jenis defibrillator ini, dan yang paling mencolok adalah pada AED tidak terdapat menu seting energi secara manual. Namun pada defibrillator manual umumnya bisa diatur menjadi fungsi AED dengan mode otomatis. Dan tidak terdapat monitor pada AED sedangkan pada defibrillator manual terdapat fitur monitor pasien.

Adakah yang masih belum jelas mengenai fungsi defibrillator, pengertian, prinsip kerja serta jenis – jenisnya ? Memang pembahasan ini bukan dikemas dengan bahasa ilmiah serta diambil dari sumber – sumber penelitian tertentu. Hanya sekedar sharing untuk anda yang ingin mengetahui apa itu defibrillator, fungsi dan bagaimana cara kerjanya.

Ada hal penting dan ini menjadi bahasan terakhir dalam kesempatan kali ini yaitu siapakah yang bisa menggunakan alat defibrillator ini dan apakah aman digunakan atau tidak ? Defibrillator merupakan alat unit medis khusus yang tidak diperjual belikan secara bebas. Yang menggunakannya pun harus merupakan petugas yang terlatih, sehingga tidak sembarang orang menggunakannya. Apalagi yang sama sekali tidak berpengalaman dalam hal ini.

Bagaimana Cara Menggunakan AED

Namun demikian dalam hal ini khusus untuk AED yang biasanya disediakan di tempat – tempat umum dan boleh digunakan siapa saja yang membutuhkan. Namun diutamakan petugas khusus yang terlatih. Berikut beberapa langkah atau petunjuk penggunaan AED berdasarkan petunjuk suara yang keluar dari alat tersebut.

  1. Pertama pemasangan paddle AED pada dada pasien, biasanya dilengkapi dengan petunjuk gambar
  2. Perintah untuk berdiri menjauh dan jangan sampai kontak fisik dengan pasien
  3. Tekan tombol “shock”
  4. Periksa denyut nadi pasien
  5. Jika tidak ada detak jantung, lakukan CPR

Sekali lagi, penggunaan defibrillator tidak bisa sembarangan, harus pengguna yang sudah terlatih sekalipun AED yang terdapat petunjuk penggunaan melalui perintah suara dari alat tersebut.

Berapa Harga Defibrillator Di Indonesia ?

Kebutuhan alat defibrillator memang sudah merambah ke berbagai tempat. Tidak hanya untuk kebutuhan dan keperluan medis, melainkan sudah menjadi bagian dari alat keselamatan di tempat – tempat umum dan juga lingkungan yang sering dikunjungi manusia. Di hotel, di Airport, Stadion, di pabrik besar dan sejenisnya, Defibrillator sudah direkomendasikan untuk disediakan di sana.

Lalu, berapakah harga satu unit defibrillator standar di Indonesia ? Berdasarkan data yang kami dapatkan dari salah satu Distributor Defibrillator di Indonesia, kisaran hagra satu unit defibrillator mulai dari 20 jutaan hingga ratusan juta tergantung dari merk dan juga spesifikasi yang ada pada alat tersebut.

Sekian ulasan singkat mengenai fungsi defibrillator, pengertian, prinsip atau cara kerja serta jenis – jenisnya. Semoga bermanfaat.

Baca juga artikel sebelumnya : 50 Macam Alat Medis Dan Fungsinya

Related Posts

About The Author

Add Comment